BAHAYA OBESITAS / KEGEMUKAN

Obesitas  adalah keadaan di mana indeks massa tubuh (IMT) 30 kg/m2. IMT diukur dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Jika tinggi 175 cm dan berat badan 118 kg, IMT adalah 118:(1,75 x 1,75) =38,5 (termasuk kategori obesitas)).

Masalah obesitas berkaitan  dengan masalah sosial, perilaku, budaya , psikologi serta genetik. Data penelitian menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko hipertensi, dislipidemia, diabetes militus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit kandung empedu, osteoartritis, sleep apnea, seta kanker yang dihubungkan dengan keadaan obesitas adalah kanker usus besar, payudara, prostat, dan endometrium. Jadi memang obesitas meningkatkan risiko banyak penyakit. Untuk menurunkan berat badan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli gizi. Sebaiknya penurunan berat badan sedikit demi sedikit asal konsisten.Penurunan berat badan yang dalam waktu singkat  namun tak lama kemudian naik kembali disebut dengan sindrom yoyo.

Pada prinsipnya terapi obesitas dilakukan dengan kombinasi beberapa cara. cara yang tersedia adalah diet rendah kalori, rendah lemak, kegiatan olah raga yang teratur, terapi perubahan perilaku, penggunaan obat penurun berat badan, serta tindakan operasi. Terapi obesitas melalui dua tahap, yaitu tahap pertama penilaian beratnya obesitas serta penyakit lain yang menyertai, tahap kedua menurunkan berat badan serta tindakan terapi lain untuk mengatasi penyakit penyerta. Jadi sebenarnya penatalaksanaan obesitas tidaklah sesederhana menurunkan berat badan. Tujuan akhir tetap adalah menjaga kesehatan. Mungkin saja berat badan turun secara  cepat, tetapi jika akibat penurunan cepat tersebut timbul gangguan kesehatan, tentu tidak kita inginkan.

Motivasi pasien amat penting untuk penatalaksanaan obesitas. Pemahaman mengenai bahaya obesitas terhadap kesehatan dapat merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan motivasi untuk menurunkan berat badan. Pengalaman masa lalu, kegagalan dalam menurunkan berat badan, atau berat badan berhasil turun namun meningkatkan  kembali juga memgaruhi motivasi pasien. Dukungan keluarga dan teman seudah tentu juga akan meningkatkan motivasi. Nah, kepedulian keluarga  untuk memperoleh berat badan normal merupakan modal yang bagus. Tinggal melakukan identifikasi berbagai kebiasaan yang kurang mendukung. termasuk makan di restoran serta hobi keluarga memasak. Anda dan keluarga tentu dapat meneruskan kebiasaan tersebut, tetapi dengan kesadaran akan tetap memelihara berat badan yang normal.

Tujuan penatalaksanaan obesitas adalah menurunkan berat badan menuju berat badan ideal serta menjaga agar berat badan nrmal yang telah tercapai tidak meningkat kembali. Kita juga perlu menetapkan waktu yang rasional dalam menurunkan berat badan. Untuk menurunkan berat badan sekitar 10 persen diperlukan waktu sekitar 6 bulan. Seorang yang IMT nya (indeks massa tubuh) sekitar 27 sampai 35, jika mengurangi masukan kalori 300 sampai 500 per hari,, berat badannya akan menurun sekitar 3 kg dalam sebulan. Setelah mengalami penurunan secara teratur dalam 6 bulan, biasanya penurunan menjadi kecil dan penurunan berat menjadi mendatar .Jika kebiasaan makan tetap dipertahankan, akan  terjadi lagi penurunan berat badan. Jadi, untuk menurunkan berat badan perlu tekun dan sabar.

 

 

 

 

sumber : ringkasan jawaban mengenai obesitas , DR Samsuridjal Djauzi di koran Kompas 1 juli 2017

Related posts

Leave a Comment