Kendalikan Nyeri Syaraf di Tangan.

Nyonya A, 51 tahun , kerap mengibaskan tangan yang kesemutan setelah melakukan aktivitas sederhana seperti menggenggam gagang telepon atau mengetik. Ny A  tercatat memiliki kondisi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di kedua tangan. CTS sering kali menyerang ibu rumah tangga dan pekerja kantoran  karena CTS dipicu oleh gerakan berlebih pada area pergelangan tangan.

Apa itu Carpal Syndrome?

Carpal Tunnel Syndrome atau sindrom terowongan karpal merupakan kondisi menyempitnya “Terowongan sehingga menjepit saraf yang terdapat di dalamnya. Terowongan karpal terdapat di pergelangan tangan bagian telapak yang menjadi rumah saraf median di dalamnya. Fungsi utama saraf  ini mengantarkan sensasi dari area ibu jari, jari telunjuk,jari tengah, dan separuh jari manis, serta mempersarafi otot penggerak ibu jari. Oleh karena itu, gejala gangguan saraf median umumnya dirasakan sebagai sensasi kebas atau kesemutan di area tersebut. Umumnya,pasien berusaha meredam gejala dengan cara mengibas-ngibaskan tangan. Gejala lain yang dapat muncul adalah kelemahan untuk menggenggam akibat berkurangnya kekuatan di otot jari. Nyeri pun dapat menjalar hingga pergelangan tangan dan kesepanjang lengan.

Pada pasien CTS, timbulnya gejala dapat dirangsang dengan mempertemukan kedua punggungtangan di depan dada. Gerakan ini akan membuat terowongan karpal mengecil secara signifikan. Manuver ini  dikenal sebagai tes Phalen dan merupakan pemeriksaan fisik  yang dilakukan dokter untuk memprovokasi timbulnya CTS.

Pencegahan dan terapi.

Terapi fisik merupakan  langkah awal dalam mengendalikan gejala  CTS. Pergerakan tangan dan daerah pergelangan haruslah dilakukan sedemikian rupa sehingga tekanan yang timbul tersebar merata. Sebagai    contoh,pergelangan tangan sebaiknya dijaga supaya selalu lurus atau hanya sedikit menekuk saat beraktivitas. Apabila terpaksa melakukan gerakan repetitif pada pergelangan tangan, sebaiknya penggunaan pergelangan tangan dilakukan berganti-ganti atau mengambil jeda waktu istirahat.

Bagi pasien yang sudah terdiagnosis memiliki CTS, pencegahan pemburukan tetap dapat dilakukan dengan mengatur gaya hidup dan terapi fisik. Pasien dapat  menjalani terapi non pembedahan maupun pembedahan. Untuk terapi non pembedahan, terdapat beragam pilihan terapi seperti obat-obatan pereda radang, dan neurotropik, penggunaan bidal tangan pada malam hari, suntikan atau fisioterapi.

Pembedahan dapat dilakukan apabila gejala tidak membaik dengan terapi non pembedahan. Pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin apabila ditemukan tanda kerusakan saraf. Terapi pembedahan umumnya dilakukan dengan cara membebaskan jaringan yang melintang di atas terowongan karpal guna mengurangi tekanan berlebih pada saraf.

Setelah menjalani terapi pembedahan, nyeri saraf pada tangan kanan Ny. A sudah sembuh. Sementara untuk menjaga tangan kirinya yang mulai mengalami gejala serupa, ia secara ketat menjaga posisi tubuh yang tepat saat mengetik. Pencegahan dan tata laksana yang tepat adalah kunci untuk tetap hidup produktif bersama nyeri saraf akibat CTS.

 

 

artikel diambil dari Info Kesehatan ,oleh Dr. Maria Florencia Deslivia PhD, pada koran Kompas, Minggu 3 Desember 2017, RS. Carolus.

Related posts

Leave a Comment