Perawatan Kaki Diabetes

Pemeriksaan dan perawatan kaki pada penderita kaki diabetes melitus bertujuan untuk mencegah terjadinya luka,  pemeriksaan tersebut sangatlah penting karena untuk mencegah kerusakan syaraf kaki yang bisa mengakibatkan kaki penderita tidak bisa merasakan nyeri sama sekali. Bagian yang diperiksa  adalah punggung kaki, telapak kaki, sisi-sisi kaki dan sela-sela jari.

Diabetes dapat menyebabkan dua potensi ancaman untuk kaki yang dapat menyebabkan amputasi, yaitu:

  1. Kerusakan saraf ((neuropati diabetik). Ketika jaringan saraf di kaki rusak, sensasi rasa sakit menjadi berkurang. Itu sebab, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya.
  2. Mengurangi aliran darah. Diabes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.

Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah.

Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukannya amputasi kaki.

Cara Pencegahan Kaki Diabetes

  1. Edukasi kesehatan bagi penderita dan kelarga tentang komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit Deabetes Melitus dan bagaimana cara perawatan kaki Diabetes.
  2. Penderita Diabetes Melitus harus memperhatikan Status gizi yang baik dan pengendalian penyakit Diabetes Melitus.
  3. Pemeriksaan secara rutin bagi penderita Diabetes Melitus untuk mencegah komplikasi.
  4. Pemeriksaan secara berkala kaki penderita dan melindungi terhadap trauma khusus misalnya dalam pemakaian sepatu khusus bagi penderita Diabetes Melitus.
  5. Hygieni perspersonal termasuk kaki menghilangkan faktor biomekanis.

Bagaimana Cara Perawatan Kaki Diabetes Melitus:

  1. Membersihkan  kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi.
  2. Memberikan pelembab/lotion  pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak.
  3. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam.
  4. Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka.
  5. Gunakan sepatu atau sandal yang baik yang sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai, dengan ruang sepatu yang cukup untuk jari-jari.
  6. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda tajam seperti jarum dan duri.
  7. Kendalikan kadar gula darah.
  8. Rutin berkunjung ke Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan dan klinik yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan.
  9. Segera ke Puskesman, Dokter Praktek Perorangan dan klinik apabila kaki mengalami luka.

 

Senam Kaki Diabetes

Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitasi).

Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur, dengan cara menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki, misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau kedalam. Selain itu gerakan mencengkram dan meluruskan jari-jari kaki juga menjadi bagaian dari senam kaki diabetes.

Latihan senam kaki diabetes dapat dilakukan setiap hari secara teratur, di mana saja. Bisa sambil bersantai bersama keluarga maupun menonton televisi, ketika kaki terasa dingin, lakukan senam kaki diabetes.

 

 

 

 

 

 

sumber: Leaflet BPJS kesehatan , kantor cabang Utama Jakarta Timur

Related posts

Leave a Comment