PUASA DAN SAKIT MAAG

Sakit Maag adalah penyakit yang menyerang alat pencernaan, baik lambung, usus, maupun kerongkongan.

Tanda-tanda sakit maag antara lain::

  • Adanya rasa tidak nyaman,sakit di ulu hati, terutama saat perut kosong.
  • Nyeri akan membaik segera setelah makan dan minum, akan tetapi beberapa jam  kemudian muncul lagi.
  • Mual, muntah, kembung, cepat kenyang dan nafsu makan berkurang.
  • Bisa juga berupa luka di sekitar kerongkongan, diiringi panasa yang terasa membakar naik, mulut pahit dan  sering bersendawa.

Ada dua(2) jenis kelainan pada maag:

  1. Dispesia Fungsional/Non Organik. Ditandai oleh kelainan minimal, seperti kemerahan pada alat pencernaan.
  2. Dispepsia Organik. Ditandai oleh beberapa luka dalam di lambung, usus 12 jari atau kerongkongan. Juga disertai polip serta tanda tanda keganasan.

Kelainan pada alat pencernaan hanya bisa dilihat dengan cara endoskopi. Pasalnya, tiap orang memiliki sensitivitas dan psikis yang berbeda, sehingga tidak  bisa hanya dengan mengamati gejalanya.

Penyebab Sakit Maag:

  1. Infeksi bakteri Campylobacterpylori.
  2. Obat-obat yang dapat menyebabkan perih di lambung.
  3. Rangsangan produksi asam lambung oleh berbagai sebab, antara lain:  Kecemasan emosi atau stress, Makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung seperti cabai, alkohol, coklat,kopi. Kebiasaan merokok, jadwal makan yang tidak teratur, Obat-obatan tertentu(lihat informasi Efek Samping Obat di setiap kemasan obat.

Kondisi Maag Saat Puasa:

Pada saat berpuasa, pola makan akan berubah, karena perut dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Biasanya tubuh perlu beradaptasi selama 3 – 5 hari.  Tapi tak perlu khawatir, tubuh tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, lantaran cadangan gula yang dimiliki berupa lemak dan glikogen.

Yang jadi masalah, pada saat lambung kosong, pengeluaran asam lambung dan gas akan semakin meningkat.

Mengatasi sakit maag:

  1. Obat maag adalah obat yang mengandung bahan-bahan yang efektif menetralkan, mengurangi produksi asam lambung ataupun mengeluarkan kelebihan gas dalam saluran cerna.
  2. Pilihan utama pengobatan untuk sakit maag adalah antasida yang bekerja dengan menetralkan asam lambung yang berlebih, sehingga melindungi lendir lambung dari kerusakan.
  3. Bagi penderita Dispepsia Fungsional atau Non Organik, obat yang dijual bebas di pasaran dengan berbagai Merk dan Harga bisa digunakan untuk mencegah timbulnya keluhan maag saat menjalani puasa.
  4. Bagi penderita Dispepsia Organik, pengobatannya tidaklah semudah itu. Pengobatan dengan antasida saja tidak akan mampu mengatasi keluhan yang timbul. Bila sudah sedemikian parah, penderita Dispepsia Organik seringkali dianjurkan untuk tidak berpuasa. Untuk lebih amannya, penderita Dispepsia Organik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Dosis dan Aturan Pakai:

  • Antasida tablet perlu dikunyah dahulu sampai lembut, baru ditelan, dosis 1-2 tablet, maksimum 4 kali sehari.
  • Antasida cair  kocok dahulu sebelum diminum, dosis 1-2 sendok teh (5 ml), maksimum 4 kali sehari.
  • Sedapat mungkin hindari penggunaan antasida bersamaan dengan obat lain karena dapat mengganggu absorbsi obat lain (beri jarak minum obat minimal 1 jam).
  • Antasida digunakan pada saat perut kosong. (1 jam sebelum makan sahur, 1 jam setelah makan malam dan ketika hendak tidur malam).
  • Perlu konsultasi kedokter jika. sedang diet rendah garam seperti pada hipertensi, hamil dan menyusui,anak dibawah 6 tahun, lanjut usia, satu minggu dobatai dengan antasida, gejala maag tidak berkurang.

Catatan:

Jika muncul gejala alergi terhadap obat seperti merah-merah di kulit, mual dan muntah berlebihan ataupun diare, hentikan pengobatan dan segera ke dokter.

 

 

 

 

 

Sumber : Leaflet Rumah Sakit Persahabatan

 

 

Related posts

Leave a Comment